A PoeM

Poems No Comments »

HIDUP LEBIH HIDUP

        Banyak hal yang dapat dibuat selama hidup
        Bagaimana membuat hidup lebih hidup
        Setiap orang mempunyai caranya untuk hidup
        Namun untuk apa kita hidup
        Inilah pertanyaan besar tentang hidup

            Kita hidup di dunia untuk sebuah tujuan
            Tujuan yang telah ditentukan oleh Sang Pencipta
            Segala sesuatu telah ditentukan bagi kita dalam kehidupan
            Kemampuan dan kepunyaan kita adalah milik Tuhan
            Itu bekal kita di dunia untuk melayaniNYA dengan apa yang telah diberikan

                Kita dapat melakukan hal-hal besar dalam hidup
                Jikalau kita memberikan hidup kita digerakkan olehNya
                Biarkanlah orang lain juga merasakan kehidupan kita melalui berkatNya

                    Banyak pengalaman menyakitkan dari waktu ke waktu
                    Banyak masalah yang kita lalui
                    Itu semua yang kita butuhkan untuk membuat diri kuat

                        Setiap kesalahan yang kita lakukan
                        Dapat kita perbaiki atau kita lupakan
                        Namun itu menjadi sebuah pembelajaran hidup

        Bagian penting dalam diri kita adalah pribadi
        Jadilah dirimu sendiri dengan menjadi apa yang dikehendakiNYA
        Kenalilah pribadi kita lewat pandangan Tuhan Sang Pencipta

                Perjalanan hidup di dunia pasti meninggalkan sebuah kenangan
                Entah itu suka dan duka
                Lalui semua itu dengan tetap memandang kepada Tuhan

                    Kasihanilah Tuhan dengan segenap hatimu
                    Dan Kasihani sesama manusia seperti diri kita sendiri
                    Itulah tujuan hidup kita yang mulia
                    Semuanya telah ditetapkan Tuhan kepadamu
                    Kembali pada diri masing-masing untuk memilih
                    Hidup yang Lebih hidup atau sekedar hidup saja

            

        Everyone is like a pencil…
            created by the Maker for a unique and special purpose
                By understanding and remembering
                    let us proceed with our life on this earth
                        having a meaningful purpose in our heart
                            and a  relationship with God daily

By ReY-0

Stories No Comments »

MELIHAT MELALUI MATA SESAMA


"Berbahagialah orang yang murah hatinya karena mereka akan beroleh kemurahan". Siapakah si "murah hati" itu?

Ternyata, tidak seperti sangka kita semula, mereka bukanlah orang yang mudah merogoh kocek, meneken cek, dan royal memberi derma–para filantropis. Mereka bukan pula orang yang mudah jatuh iba, lalu spontan berbagi sesuatu dengan sesama.

Dermawan-dermawan seperti itu tentu kita hormati seputih hati. Namun, sayang sekali, bukan merekalah yang dimaksudkan.

Orang yang "murah hati", menurut adalah mereka yang bersedia "masuk" ke situasi kehidupan orang lain. Sedemikian rupa, sehingga ia mampu melihat dengan mata orang itu, berpikir dari perspektif orang itu, dan merasakan apa yang sesamanya itu rasakan.

Inilah makna "simpati" yang sebenar-benarnya! Simpati berasal dari kata "syn" (= bersama-sama) dan kata "paschein" (= menderita) berarti "ikut menanggung atau merasakan penderitaan orang lain".

Jadi para sponsor yang rela mengeluarkan uang bermiliar-miliar rupiah untuk membeli hak siar Piala Dunia 2002, atau pejabat-pejabat yang mengobral dana nonbujeter–untuk bagi-bagi sembako atau untuk biaya makan siang–tidak serta-merta layak disebut sebagai si "murah hati".

Anda pun belum lolos kualifikasi bila Anda membuka sedikit pintu jendela mobil Anda guna menyusupkan ke luar uang 100-200 rupiah, bagi seorang pengamen cilik bermata sayu di perempatan jalan. Di perempatan jalan berikut, Anda pasti sudah tak ingat lagi tatapan tanpa

ekspresi dari si pengamen cilik bermata sayu itu.

Begitu banyak yang dapat terjadi, bila orang bersedia masuk ke situasi kehidupan sesamanya. Misalnya, kita akan jauh lebih mudah mengampuni.

Kita tahu, mengampuni itu betapa sulitnya! Luka di kulit, lambat atau cepat, akan mengering. Tapi luka di hati?

Banyak orang salah menyangka, seolah-olah ia harus melupakan sakit hatinya terlebih dahulu, baru bisa mengampuni. Tidak! Tuhan tidak pernah melupakan dosa-dosa kita, sekecil apa pun.

Dan, sungguh, kita akan berbahagia, bila kita mampu mengampuni. Karena kita tidak akan dikejar-kejar rasa curiga lagi. Atau perasaan terancam. Atau dendam.

Tapi ia bersedia menghapusnya. Ia mau mengampuni. Pengampunan sulit terwujud, bila kita menghakimi orang berdasarkan kepedihan-kepedihan kita. Tapi cobalah kita masuk ke dalam situasinya. Mungkin kita tetap tidak dapat membenarkan tindakannya. Tapi kita bisa lebih memahami mengapa ia melakukannya.

Ketika saya menulis renungan ini, empat bom baru saja mengguncang kembali kota Jakarta. Mengapa kekerasan ini? Kebencian. Mengapa kebencian ini? Kecurigaan. Mengapa curiga ini? Sebab kita banyak menduga-duga.

Jadi, bagaimana menghilangkan rasa curiga? Dengan mengubah dugaan menjadi fakta. Caranya? Masuklah ke situasi yang bersangkutan. Melihatlah melalui mata mereka. Berfikirlah dari sudut pandang mereka. Ikut merasa apa yang mereka rasakan.

*Disadur ulang dari artikel "Melihat melalui mata sesama" oleh Eka Darmaputra, situs: Gloria Ministries. Semoga bermanfaat. GBU(,").

On Love..Cinta itu…?

Reality No Comments »

Entah berapa banyak orang menjadi korban cinta. Tapi apa benar karena cinta mereka menderita. Dan apa sebenarnya cinta itu. Coba kita simak pemikiran berikut ini.

Manusia jatuh cinta dengan menggunakan perasaan belaka. Betul, kita jatuh cinta dengan hati. Tapi agar tidak menimbulkan kekacauan di kemudian hari, kita diharapkan untuk juga menggunakan akal sehat.

Bohong besar kalau kita bisa jatuh cinta dengan begitu saja tanpa bisa mengelak. Yang sesungguhnya terjadi, proses jatuh cinta dipengaruhi tradisi, kebiasaan, standar, gagasan, dan ideal kelompok dari mana kita berasal.

Bohong besar pula kalau kita merasa boleh berbuat apa saja saat jatuh cinta, dan tidak bisa dimintai pertanggunganjawab bila perbuatan-perbuatan impulsif itu berakibat buruk suatu ketika nanti. Kehilangan perspektif bukanlah pertanda kita jatuh cinta, melainkan sinyal kebodohan.

Cinta membutuhkan proses !!!

anggapan cinta bisa berasal dari pandangan pertama (apa iya…?). Cinta itu tumbuh dan berkembang dan merupakan emosi yang kompleks,” katanya. Untuk tumbuh dan berkembang, cinta membutuhkan waktu. Jadi memang tidak mungkin kita mencintai seseorang yang tidak ketahuan asal-usulnya dengan begitu saja. Cinta tidak pernah menyerang tiba-tiba, tidak juga jatuh dari langit. Cinta datang hanya ketika dua individu telah berhasil melakukan orientasi ulang terhadap hidup dan memutuskan untuk memilih orang lain sebagai titik fokus baru.

Yang mungkin terjadi dalam fenomena “cinta pada pandangan pertama” adalah pasangan terserang perasaan saling tertarik yang sangat kuat-bahkan sampai tergila-gila. Kemudian perasaan kompulsif itu berkembang jadi cinta tanpa menempuh masa jeda. Dalam kasus “cinta pada pandangan pertama”, banyak orang tidak benar-benar mencintai pasangannya, melainkan jatuh cinta pada konsep cinta itu sendiri. Sebaliknya dengan orang yang benar- benar mencinta. Mereka mencintai pasangan sebagai personalitas yang utuh.

Cinta tidak menguasai dan mengalah, tapi berbagi.

Bukan cinta namanya bila kita berkehendak mengontrol pasangan. Juga bukan cinta bila kita bersedia mengalah demi kepuasan kekasih. Orang yang mencinta tidak menganggap kekasih sebagai atasan atau bawahan, tapi sebagai pasangan untuk berbagi, juga untuk mengidentifikasi diri. Bila kita berkeinginan menguasai kekasih (membatasi pergaulannya, melarangnya beraktivitas positif, mengatur seleranya berbusana) atau melulu mengalah (tidak protes bila kekasih berbuat buruk, tidak keberatan dinomorsekiankan), berarti kita belum siap memberi dan menerima cinta.

Cinta itu konstruktif

Individu yang mencinta berbuat sebaik-baiknya demi kepentingan sendiri sekaligus demi (kebanggaan) pasangan. Dia berani berambisi, bermimpi konstruktif, dan merencanakan masa depan. Sebaliknya dengan yang jatuh cinta impulsif. Bukannya berpikir dan bertindak konstruktif, dia kehilangan ambisi, nafsu makan, dan minat terhadap masalahsehari-hari. Yang dipikirkan hanya kesengsaraan pribadi. Impiannya pun tak mungkin tercapai. Bahkan impian itu bisa menjadi subsitusi kenyataan.

Cinta tidak melenyapkan semua masalah

Penganut faham romantik percaya cinta bisa mengatasi masalah. Seakan-akan cinta itu obat bagi segala penyakit ( panacea ). Kemiskinan dan banyak problem lain diyakini bisa diatasi dengan berbekal cinta belaka. Faktanya, cinta tidaklah seajaib itu. Cinta hanya bisa membuat sepasang kekasih berani menghadapi masalah. Permasalahan seberat apapun mungkin didekati dengan jernih agar bisa dicarikan jalan keluar. Orang yang tengah mabuk kepayang-berarti tidak benar-benar mencinta-cenderung membutakan mata saat tercegat masalah. Alih-alih bertindak dengan akal sehat, dia mengenyampingkan problem.

Cinta cenderung konstan

Ya, cinta itu bergerak konstan. Maka kita patut curiga bila grafik perasaan kita pada kekasih turun naik sangat tajam. Kalau saat jauh kita merasa kekasih lebih hebat dibanding saat bersama, itu pertanda kita mengidealisasikannya, bukan melihatnya secara realistis. Lantas saat kembali bersama, kita memandangkekasih dengan lebih kritis dan hilanglah segala bayangan hebat itu. Sebaliknya berhati-hatilah bila kita merasa kekasih hebat saat kita berdekatan dengannya dan tidak lagi merasakan hal yang sama saat dia jauh. Hal sedemikian menandakan kita terkecoh oleh daya tarik fisik Cinta terhitung sehat bila saat dekat dan jauh dari pasangan, kita menyukainya dalam kadar sebanding.

Cinta tidak bertumpu pada daya tarik fisik

Dalam hubungan cinta, daya tarik fisik penting. Tapi bahaya bila kita menyukai kekasih hanya sebatas fisik dan membencinya untuk banyak faktor lainnya. Saat jatuh cinta, kita menikmati dan memberi makna penting bagi setiap kontak fisik. Kontak fisik, ketahuilah, hanya terasa menyenangkan bila kita dan pasangan saling menyukai personalitas masing-masing. Maka bukan cinta namanya, melainkan nafsu, bila kita menganggap kontak fisik hanya memberi sensasi menyenangkan tanpa makna apa-apa. Dalam cinta, afeksi terwujud belakangan saat hubungan kian dalam. Sedang nafsu menuntut pemuasan fisik sedari permulaan.

Cinta tidak buta, tapi menerima / Cinta itu buta? Tidak sama sekali.

Orang yang mencinta melihat dan menyadari sisi buruk kekasih. Karena besarnya cinta, dia berusaha menerima dan mentolerir. Tentu ada keinginan agar sisi buruk itu membaik. Namun keinginan itu haruslah didasari perhatian dan maksud baik. Tidak boleh ada kritik kasar, penolakan, kegeraman, atau rasa jijik. Nafsulah yang buta. Meski pasangan sangat buruk, orang yang menjalin hubungan dengan penuh nafsu menerima tanpa keinginan memperbaiki. Juga meninggalkan pasangan saat keinginannya terpuaskan, hanya karena pasangan punya secuil keburukan yang sangat mungkin diperbaiki.

Cinta memperhatikan kelanjutan hubungan

Orang yang benar-benar mencinta memperhatikan perkembangan hubungan dengan kekasih. Dia menghindari segala hal yang mungkin merusak hubungan. Sebisa mungkin dia melakukan tindakan yang bisa memperkuat, mempertahankan, dan memajukan hubungan. Orang yang sedang tergila-gila mungkin saja berusaha keras menyenangkan kekasih. Namun usaha itu semata-mata dilakukan agar kekasih menerimanya, sehingga tercapailah kepuasan yang diincar. Orang yang mencinta menyenangkan pasangan untuk memperkuat hubungan.

Cinta berani melakukan hal menyakitkan

Selain berusaha menyenangkan kekasih, orang yang sungguh-sungguh mencinta memiliki perhatian,keprihatinan, pengertian, dan keberanian untuk melakukan hal yang tidak disukai kekasih demi kebaikan. Seperti seorang ibu yang berkata “tidak” saat anaknya minta es krim, padahal sedang flu.  Begitulah kita semua seharusnya bersikap pada pasangan.

So…, Have u ever really fallin’ love?

He…he jadi siapa yang lagi ‘fall in love’. Mudah-mudah artikel ini bisa membantu. Semoga kita masing-masing memiliki pandangan yang benar. (Sok ngajar ya) hehe…

“Cinta itu Pengorbanan. Jadi jangan takut berkorban demi cinta atau seseorang karena itulah cinta”

Ada

Saya Belajar . . .

Poems No Comments »

Saya belajar,
bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain mencintai saya. Saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya cintai…

Saya belajar,
bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan dan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya…

Saya belajar,
bahwa orang yang saya kira adalah orang yang jahat, justru adalah orang yang membangkitkan semangat hidup saya kembali serta orang yang begitu perhatian pada saya….

Saya belajar,
bahwa sahabat terbaik bersama saya dapat melakukan banyak hal dan kami selalu memiliki waktu terbaik….

Saya belajar,
bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian seperti yang saya inginkan, bukan berarti bahwa dia tidak mencintai saya….

Saya belajar,
bahwa sebaik-baiknya pasangan itu, mereka pasti pernah melukai perasaan saya dan untuk itu saya harus memaafkannya……

Saya belajar,
bahwa saya harus belajar mengampuni diri sendiri dan orang lain, kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus menerus….

Saya belajar,
bahwa tidak masalah berapa buruknya patah hati itu, dunia tidak pernah berhenti hanya gara-gara kesedihan saya…

Saya belajar,
bahwa saya tidak dapat merubah orang yang saya sayangi, tapi semua itu tergantung dari diri mereka sendiri….

Saya belajar,
bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadi saya, tapi saya harus bertanggung jawab untuk apa yang saya telah lakukan….

Saya belajar,
bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda, tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda….

Saya belajar,
bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki, tapi yang penting adalah siapa saya ini sebenarnya….

Saya belajar,
bahwa tidak ada yang instant atau serba cepat di dunia ini, semua butuh proses dan pertumbuhan, kecuali saya ingin sakit hati….

Saya belajar,
bahwa saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi atau sikap dan emosi itu yang menguasai diri saya…

Saya belajar,
bahwa saya punya hak untuk marah, tetapi itu bukan berarti saya harus benci dan berlaku bengis….

Saya belajar,
bahwa kata-kata manis tanpa tindakan adalah saat perpisahan dengan orang yang saya cintai…

Sampai sekarang saya terus belajar,
Karena kehidupan itu adalah pembelajaran

Be THankFul

Poems No Comments »

Be Thankful that you don’t already have everything you desire
If you did, what would there be to look forward to ?

Be Thankful when you don’t know something
For it gives you chances to learn

Be Thankful for the difficult times
During those time that you will grow

Be Thankful for your limitation
Because they give you ooportunities for improvement

Be Thankful for each new challenge
Because it will build your strength and character

Be Thankful for your mistakes
They will teach you valuable lessons

Be Thankful when you’re tired and weary
Because it means you’ve make a difference

Be Thankful when you’re sick
Cause there will be a recovery

It is easy to be thankful for those good times
A life of rich fulfillment comes to those who are
And also be thankful for the setbacks

Gratitude can turn a negative into positive
Find a way to be thankful for all troubles as they come
Be your unforgetable blessings   

Cheers…!

Ilustrasi

Reality 1 Comment »

Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk. Ayahnya memberi dia sekantung
penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap
kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.

Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar.
Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari.
Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri
daripada memaku di pagar.

Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun
dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.

Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari
bila dia berhasil menahan diri/bersabar.
Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya
bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar.

Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata:
”Anakku, kamu sudah berlaku baik,
tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada di pagar.”

Pagar ini tidak akan kembali seperti semula.
Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain,
hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar.

Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali,
tetapi akan meninggalkan luka.
Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya tinggal.
Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik.
Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka.
Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat.
Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan,
mereka menunjang dan membuka hatimu.
Tunjukkanlah kepada teman-temanmu
betapa kau menyukai mereka.

Untuk mengakhiri: ”Keindahan persahabatan adalah bahwa kamu tahu kepada
siapa kamu dapat mempercayakan rahasia.” (Alessandro Manzoni)


Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in